Titian Ilmu (Selesai)

Parasitisme ilmu Kedua : Suka berdebat dan berjidal. Telah terdapat dalam sebuah hadits tentang larangan berjidal (berdegil), ((ما ضلّ قوم بعد هدىً إلا أوتوا الجَدلّ)) ثم قرأ ) {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلاً بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ} (الزخرف:58) “Tidaklah suatu kaum menjadi sesat setelah diberi petunjuk kecuali setelah mereka mendapati jidal” kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi…

Read Full News
panduan i'tikaf

Panduan Ringkas Tentang I’tikaf

Panduan Ringkas Tentang I’tikaf Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. Agar ringkasan ini mudah dibaca dan dipahami oleh kaum muslimin dalam waktu yang sangat singkat. Maka tulisan ini tidak mengupas topik I’tikaf secara panjang lebar, hanya khusus membahas seputar panduan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Tulisan ringkas ini saya sarikan dari…

Read Full News

Sebab-sebab Terjadinya Pengkultusan Kubur (Seri 01)

Segala puji dan syukur kita ucapkan pada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Selawat dan salam buat nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah menjelaskan tauhid dengan segala sendi dan cabang-cabangnya serta hal-hal yang membatalkannya. Pada kesempatan kali ini kita ingin membahas tentang hal yang dominan dalam menyebabkan timbulnya kesyirikan di tengah-tengah…

Read Full News

Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 3)

۩       Keyakinan Imam Syafi’i bahwa Alquran tidak sedikitpun dicampuri oleh kebatilan. قال الشافعي: الحمد لله على جميع نعمه بما هو أهله وكما ينبغى له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمد عبده ورسوله بعثه بكتاب عزيز لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد فهدى…

Read Full News

Terorisme (Seri 4-Selesai)

7. Membunuh anak-anak, wanita dan orang tua renta. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda tatkala mengutus pasukan perang, « انْطَلِقُوا بِاسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ وَلاَ تَقْتُلُوا شَيْخًا فَانِيًا وَلاَ طِفْلاً وَلاَ صَغِيرًا وَلاَ امْرَأَةً وَلاَ تَغُلُّوا وَضُمُّوا غَنَائِمَكُمْ وَأَصْلِحُوا وَأَحْسِنُوا (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ) »….

Read Full News

Renungan Dibalik Rangkaian Musibah (Bagian 1)

Renungan Dibalik Rangkaian Musibah* إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا…

Read Full News

Syarah Nama Allah “Al Fattaah” (Bagian 2)

Diantara keputusan dan pertolongan Allah terhadap Rasul صلى الله عليه وسلم dan orang-orang yang beriman ialah Allah bukan rahasia kemunafikan yang tersembunyi dalam diri orang-orang munafik. Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya,

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضُُ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةُُ فَعَسَى اللهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَآأَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ المائدة: ٥٢

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka”.

Dalam firman Allah yang lain disebutkan:

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحُُ مِّنَ اللهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبُُ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَن يَجْعَلَ اللهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً . النساء: ١٤١

“(Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”.

Sikap bermuka dua dalam ayat di atas adalah gambaran tetang kebiasaan orang-orang munafik. Ketika mereka berada bersama orang-orang beriman mereka seolah-olah ikut membantu perjuangan umat Islam. Tetapi sebenarnya mereka membantu orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang muslim dengan menunjukkan titik-titk kelemahan kaum muslimin kepada orang-orang kafir.

Read Full News