TRIK – TRIK KELUARGA BAHAGIA

Segala puji bagi Allah Yang Maha Sempurna dalam segala sifat dan perbuatan-Nya, Yang Maha Adil dalam segala hukum-Nya.

Dia telah menurunkan wahyu dan mengutus para rasul  agar manusia bahagia di dunia dan di akhirat.

Selawat dan salam buat Nabi Muhammad ﷺ sebagai suritauladan kita dalam dalam membina keluarga. Kesibukan berdkwah, mengatur urusan umat dan negara tidak melalaikannya dari menunaikan kewajiban kepada para isteri-isteri beliau.

Hidup bahagia dalam keluarga adalah dambaan setiap manusia. Tapi beragam pemahaman orang dalam memaknai kebahagian. Dan akhirnya berbeda-beda pula jalan yang mereka tempuh dalam meraih kebahagian tersebut.

Berikut ini ada beberapa sifat yang perlu dimikili oleh setiap peribadi kelurga dalam menggapai kebahagian yang hakiki:

 

1. Ketaqwaan.

Orang yang bertaqwa akan diberi kemudahan oleh Allah dalam segala kesulitan dan akan diberi rezki dari arah yang tidak disangka-sangaka

Sebagaimana firman Allah:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari kesulitan). Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (Ath Thalaaq: 2-3).

“Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. (Ath Thalaaq: 4).

 

2. Menanamkan Nilai-Nilai Tauhid Dalam Keluarga.

Sebagaimana Allah mengikisahkan tentang Lukman ketika mendidik anaknya.

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman: 13).

Dan sabda Nabi :

“Setiap anak itu dilahirkan di atas fitrah (Islam) maka kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya menganut agama Yahudi atau Nasrani atau manjusi”.  (HR. Bukhari-Muslim).

 

3. Menjaga Kehormatan Keluarga.

Sering yang memicu perselisihan dalam keluarga terjadinya perselingkuhan.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya….” (An Nuur: 30-31).

 

4. Keikhlasan.

Hendaklah masing-masing kita ikhlas dalam melayani anggota keluarganya, dengan niat sebagai ibadah kepada Allah.

Amat banyak sekali ayat maupun hadits-hadits yang memerintahkan kita untuk ikhlas dalam segala amalan kita.

 

5. Kejujuran.

Kejujuran adalah hal yang amat penting untuk ditegakkan dalam keluarga. Banyak persoalan yang timbul dalam keluarga karena berawal dari ketidak jujuran salah satu anggota kelurga.

Amat banyak pula ayat dan hadits-hadits yang memrintahkan kita untuk jujur dalam berkata dan berbuat.

 

6. Kesabaran.

Cobaan dan ujian adalah sarana untuk meninggkatkan derajat seseorang disisi Allah serta untuk menghapus dosa dan kesalahan kita.

Tidak ada seorangpun yang luput dari cobaan dan ujian sekalipun para nabi. Bahkan mereka para nabi adalah orang yang paling berat ujiannya.

Sebagaimana firman Allah:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.(Al Baqarah: 155).

“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.(Al baqarah: 157).

 

7. Pemaaf.

Dalam pribahasa disebutkan: “Tidak ada gading yang tidak retak. Tidak manusia yang tidak bersalah”. Dalam pergaulan berumah tangga akan ada perbedaan dan kekhilafan. Maka yang terbaik saat melihat kesalah adalah memberikan maaf. Jangankan kepada keluarga kepada orang lain kita dianjurkan untuk pemaaf. Sesungguhnya orang mudah memberi maaf, niscaya Allah akan mudah pula mengapuni dosa-dosanya.

Allah berfirman:

“Dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan. (Al Baqarah: 237).

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Ali ‘Imran: 133-134).

 

8. Kerjasama.

Hendaklah sesema anggota keluarga saling tolong-menolong dan berkerja sama dalam kebaikan dan ketqwaan.

Allah berfirman:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Al Maaidah: 2).

 

9. Hemat.

Sering kita lihat dalam keluarga muslim menghamburkan uang untuk sebuah barang antic atau bunga hias. Pada hal lebih penting dari itu semua jika harta melimpah luah adalah membantuk karib kerabat dan fakir-miskin.

Dan yang lebih sadis lagi seorang bapak menghabiskan uang untuk merokok padahal untuk biaya dapur dan sekolah anaknya tidak cukup.

Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian”. (Al Furqan: 67).

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al Israa’ 26-27).

 

 10. Saling Mendo’akan Antar Sesama Anggota Keluarga.

Do’a adalah sesuatu yang tidak boleh kita lupakan dalam segalanya.

Rasulullah bersabda:

Tiada yang bisa menolak takdir kecuali do’a” (Hasan, lihat shahih sunan Ibnu majah).

Dalam Al Qur’an dicotohkan bagaiman nabi Ibrohim berdo’a untuk anak dan keluarganya. Maka hendaklah kita mentauladani beliau.

Allah menyebutkan dalam firman-Nya tentang ‘Ibaadurrohman (Hamba Allah yang sejati):

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah bagi kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (tauladan) bagi orang-orang yang bertakwa”.

Buku kecil ini disusun oleh dua calon pengaten, (Abu ’Abdillah dan Ummu ’Abdillah Al-Jemberiyyah) sebagai hadiah dan kenang-kenangan kepada para undangan. Dan yang lebih penting lagi adalah sebagai salah satu bentuk sarana dakwah dalam memperbaiki tatanan kehidupan berkeluarga di tengah-tengah masyarakat kita.

Kami merasa terhormat ketika diminta untuk memberikan pengantar terhadap buku kecil ini.

Dalam buku kecil ini akan dipaparkan secara ringkas tentang trik-trik meraih kebahagian dalam rumah tangga sesuai pandangan ajaran islam. Karena keterbatasan waktu saya hanya bisa baca satu kali saja. Walau ada beberapa catatan dalam masalah hukum fiqh diantaranya tentang wajibnya hukum walimah (sesuai pendapat Syeikh Albani). Menurut Fatwa Lajnah Daaimah” adalah Sunnah muraghghabun fiiha (Sunnah yang dianjurkan)” dan saya lebih cendrung pada pendapat kedua ini.

 

Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra., MA

Follow Us :   Facebook Dr. Ali Musri Semjan Putra., MA (bisa ikuti kajian LIVE via Facebook)

Twitter @Ali_Musri_SP | Instagram @ali_musri_semjan_Putra

Post Author: Abdillahil Hadiy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *