Friday , November 28 2014
Artikel Terpilih
You are here: Home / Bersih Jiwa / Penghulu Doa Ampunan

Penghulu Doa Ampunan

(Penghulu Doa Ampunan)

سيد استغفار

عن شداد بن أوس رضي الله عنه عن النبي  صلى الله عليه وسلم قال: سيد الاستغفار أن تقول اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت، خلقتني وأنا عبدك، وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت، أعوذ بك من شر ما صنعت، أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت، ومن قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة، ومن قالها من الليل وهو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة. رواه البخاري : رقم 6306

Maksud dan kandung dari hadits

Dari Syadad bin Aus radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Penghulu doa ampunan adalah bahwa kamu mengucapkan, ‘Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkaulah yang menciptakan-ku, dan aku adalah hamb-Mu, dan aku tetap teguh dalam memegang perjanjian dan janji-Mu sebatas kemampuanku, aku berselindung dengan-Mu dari kejelekan perbuatanku, aku mengakui tentang nikmat-Mu yang banyak terhadapku dan mengakui pula terhadap dosa-dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang bisa mengapuni dosaku kecuali Engkau.’ Barangsiapa yang mengucapkan di pagi hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal pada hari tersebut sebelum sorenya maka ia termasuk dari penghuni surga, dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu ia meninggal sebelum paginya maka ia termasuk diantara penghuni surga.” (HR. Bukhari).

Makna istighfar

Istighfar artinya: Mohon keampunan dari Allah atas dosa yang dilakukanya, baik berupa lalai dalam melaksanakan perintah Allah, ataupun melanggar larangan Allah.

Kenapa doa ini digelari dengan doa penghulu istighfar?.

Sebab digelarinya doa ini dengan penghulu doa istigqhfar, karena keutamaan yang terdapat dalamnya melebihi keutamaan bacaan-bacaan doa istighfar yang lainnya, serta ketinggian nilai makna yang terkandung dalamnya.

Nilai keutamaan doa istighfar ini

Pertama; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai doa tersebut dengan pengakuan seorang hamba kepada robnya yang telah menciptakannya, dan pengakuan bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, karena tiada yang menciptakan segala yang ada di jagad raya ini kecuali Allah, maka tiada pula yang berhak untuk diibadati kecuali Allah semata, maka ia tidak akan meminta kepada selai Allah, tidak kepada jin, kuburan wali, atau nabi, sampai malaikat sekalipun, karena mereka tersebut adalah makhluk yang tidak berhak untuk disembah, barang siapa yang meminta kepada selain Allah maka ia telah berbuat syirik, maka diharamakan baginya surga.

Kedua; Ia berjanji akan memenuhi perjanjian yang telah diikrarkannya kepada Allah,dan akan selalu tunduk dan patuh kepada perintah dan aturan Allah semaksimal kemampuannya, diantaranya adalah merealisasikan kosekwensi dari ucapan dua kalimat syahadat, yaitu bahwa seluruh ibadahnya akan diserahkannya kepada Allah semata, tidak kepada yang lainnya, baik berupa doa, nazar, dan sebagainya.

Ketiga; Berselindung kepada Allah dari berbagai kejelekkan apa yang diperbuatnya, yang berakibat jelek pula bagi kehidupannya baik di dunia maupun diakhirat.

Keempat; Pengakuan kepada Allah terhadap rahmat-Nya yang tidak pernah terputus walau sekejap matapun, mulai dari seluruh anggota tubuhnya, makanan yang dimakannya, minuman yang diminumnya, pakaian yang membalut badannya, segala apapun yang dimilikinya semuanya rahmat dan karunia dari Allah, namun dibalik itu semua nikmat tersebut ia lalai untuk bersyukur pada Allah, ia pergunakan nikmat tersebut pada jalan yang dimurkai Allah, pada jalan dosa, baik dengan berbuat syirik, berjudi, meninggalkan sholat, tidak menutup aurat, dst.

Kelima; Mohon ampunan dari Allah atas berbagai kesalahan dan dosa yang dilakukannya, dengan penuh penyesalan ia bertaubat kepada Allah bahwa tidak akan mengulangi perbuatan dosa tersebut, sebab kematian selalu mengintainya, yang seketika pasti akan datang tampa ada peringatan atau aba-aba terlebih dulu, muda atau tua tidak ada bedanya, semuanya akan menuju perjalan yang tiada lagi akhirnya, yaitu perjalanan kehidupan akhirat, tiada pilihan kecuali dua saja neraka atau surga.

Keenam; Balasan yang amat agung bagi siapa yang membaca  penghulu doa istighfar ini pada waktu pagi dan waktu sore, kalau ia meninggal pada hari tersebut, ia sudah dikategorikan sebagai penghuni surga, adakah yang lebih berharga dari surga?, yang didalamnya segala macam nikmat dan segala kesenangan, maka oleh sebab itu kita dianjurkan untuk membaca doa ini pada waktu pagi hari dan waktu sorenya.

Inilah segelintir tetang kandungan  penghulu doa istighfar di atas, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Penulis: Ustadz DR. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Artikel www.dzikra.com

About admin 2

4 comments

  1. …Inilah Istighfar Pamungkas…

  2. Jazakalloh ust, Trus ingatkan kami akan kebaikan

  3. Assalamu’alaikum Ust.

    izin ana share artikel yang sangat bagus dan bermanfaat ini untuk blog kami
    http://www.kajiansunnah.net

    Jazakallah khairan

  4. Alhamudlillah doa / istighfar yang ana selalu rutin bacakan dipagi maupun petang, smoga Allah memberi ampunan kpd ana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top