Download Kajian: Petunjuk Nabi dalam Menghadapi Fitnah

Fitnah maknanya adalah cobaan atau ujian dari Allah Ta’ala kepada para hamba-Nya dengan kebaikan atau keburukan, dengan nikmat atau musibah, maka ini adalah salah satu bentuk fitnah. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa fitnah itu ada dua macam: fitnahsyubuhat -yang merupakan fitnah paling besar- dan fitnah syahwat. Seorang hamba dapat terjangkit dua fitnah ini sekaligus, atau terjangkit salah satu saja tanpa lainnya.
Read more about Download Kajian: Petunjuk Nabi dalam Menghadapi Fitnah

Titian Ilmu (Selesai)

Parasitisme ilmu

Kedua : Suka berdebat dan berjidal.

Telah terdapat dalam sebuah hadits tentang larangan berjidal (berdegil),

((ما ضلّ قوم بعد هدىً إلا أوتوا الجَدلّ)) ثم قرأ ) {مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلاً بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ} (الزخرف:58)

“Tidaklah suatu kaum menjadi sesat setelah diberi petunjuk kecuali setelah mereka mendapati jidal” kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat “Tidaklah mereka itu memberikan perumpamaan kepada engkau kecuali sekedar untuk untuk membantah saja, tetapi mereka itu adalah kaum yang suka bertemgkar.” (HR. At Tirmizi no: 3253, hasan shahih).
Read more about Titian Ilmu (Selesai)

Titian Ilmu (Bagian 5)

Parasitisme ilmu

Berbagai tujuan yang tidak suci sering mencemari ilmu kita seperti kurangnya keikhlasan, untuk mengejar kesenangan duniawi, ketenaran, pangkat, jabatan, gelar, untuk membodohi orang awam, untuk berbangga dihadapan para ulama, dsb, berikut ini kita singgung sedikit beberapa hal terpenting yang menyebabkan ilmu kita tidak bermanfaat.
Read more about Titian Ilmu (Bagian 5)

Titian Ilmu (Bagian 1)

Pendahuluan

Segala puji bagi Allah pencipta alam semesta, selawat beserta salam buat Nabi Muhammad, keluarga beserta seluruh para sahabatnnya, selawat dan salam yang tiada hingganya.

Berikut ini adalah pembahasan ringkas tentang keutamaan ilmu, langkah-langkah yang harus ditapaki dalam menuntut ilmu serta parasitisme yang harus dibersihkan dari jalan ilmu, semoga bisa menjadi titian bagi pecinta ilmu.
Read more about Titian Ilmu (Bagian 1)

Kiat Meningkatkan Keimanan

Bukan sesuatu yang samar bahwa keimanan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, kerena iman adalah kewajiban yang paling pokok dan paling mulia. seluruh kebaikan dan kejelekan yang dirasakan oleh seseorang tergantung dari benar dan tidaknya keimanan orang itu.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi setiap insan yang beriman berusaha untuk meningkatkan keimanannya, dan menjaganya agar tidak turun atau berkurang.
Read more about Kiat Meningkatkan Keimanan

Penghulu Doa Ampunan

(Penghulu Doa Ampunan)

سيد استغفار

عن شداد بن أوس رضي الله عنه عن النبي  صلى الله عليه وسلم قال: سيد الاستغفار أن تقول اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت، خلقتني وأنا عبدك، وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت، أعوذ بك من شر ما صنعت، أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت، ومن قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة، ومن قالها من الليل وهو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة. رواه البخاري : رقم 6306

Maksud dan kandung dari hadits
Read more about Penghulu Doa Ampunan

Sikap Imam Syafi’i Terhadap Orang yang Mengutamakan Syair daripada Alquran

Sebagai kelanjutan dari serial Mengenal Aqidah Imam Syafi’i Lebih Dekat pada pembahasan kali ini kita angkat topik “Celaan Imam Syafi’i terhadap orang yang mengutamakan lantunan syair-syair zuhud dari membaca dan memahami Alquran

Pada zaman sekarang banyak sekali bentuk metode ibadah yang dibuat-buat oleh orang-orang yang ingin mencari keuntungan duniawi. Tanpa memperhatikan tentang kaidah-kaidah yang diterangkan oleh syariat. Bahkan sesuatu yang maksiat dijadikan ibadah.

قال الإمام الشافعي رحمه الله تعالى : تركت بالعراق شيئا يقال له : “التغيير” أحدثته الزنادقة يصدون الناس عن القرآن

Berkata Imam Syafi’i, “Aku tinggalkan sesuatu di Baghdad yang disebut “At Tahgbiir“, hal tersebut dilakukan orang-orang zindiq untuk melalaikan manusia dari Alquran.”[1]

Menurut para ulama “At-Tahgbiir” adalah berzikir atau melantunkan sya’ir-sya’ir zuhud dengan suara merdu, hal ini kebiasaan orang-orang sufi.[2]
Read more about Sikap Imam Syafi’i Terhadap Orang yang Mengutamakan Syair daripada Alquran