Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 4 – Selesai)

Kesesatan dan kedustaan ajaran Mirza Ghulam Ahmad (ahmaq).

Di artikel sebelumnya telah kita sebutkan tentang dalil-dalil yang menyatakan telah ditutupnya pintu kenabian.

Pada berikut ini marilah kita lihat kedustaan dan kesesatan salah satu ajaran nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad (Ahmaq).

  • Mirza Ghulam ahmad pertama mengaku jelmaan dari arwah Imam Mahdi kemudian jelmaan arwah Nabi Isa ‘alaihissalam, kemudian jelmaan arwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan terakhir mengaku menjadi nabi dan menerima wahyu sendiri.

Read more about Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 4 – Selesai)

Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 3)

  • Hadits ke 7.

عن أبي الطفيل رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “لا نبوة بعدي إلا المبشرات”. قال: قيل: وما المبشرات يا رسول الله؟ قال: “الرؤيا الحسنة –أو قال –الرؤيا الصالحة.” رواه أحمد في المسند (5/454) وقال الهيثمي في المجمع (7/173): “ورجاله ثقات

Dari Abu Thufail رضي الله عنه, ia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, “Tidak ada lagi kenabian sesudahku kecuali Al Mubasysyiraat. Lalu beliau ditanya: apa itu Al Mubasysyiraat Ya Rasulullah? Beliau jawab: mimpi yang baik.’”

Kandungan hadits ini mirip dengan kandungan hadits sebelumnya, akan tetapi ada perbedaan dari segi lafaz dan sahabat yang merawikannya.

  • Hadits ke 8.

عن أبي هريرة، رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “فُضلت على الأنبياء بست: أعْطِيتُ جوامع الكلم، ونُصِرْتُ بالرعب، وأحِلَّت لي الغنائم، وجعلت لي الأرض طهورا ومسجدا، وأرسلت إلى الخلق كافة، وختم بي النبيون”. رواه مسلم

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku diberi enam keutamaan diatas segala nabi-nabi; aku diberi perkataan yang kaya makna, aku ditolong dengan persaan takut dalam jiwa musuh, dihalakan bagi harta rampasan perang, dijadikan bumi bagiku sebagai alat bersuci dan masjid, aku diutus kepada seluruh makhluk dan ditutup denganku segala nabi-nabi.”

Dalam hadits ini dijelaskan bahwa diantara keutamaan dan keistimewaan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam diatas nabi-nabi yang lain ialah Allah menjadikannya sebagai nabi yang terakhir. Ajaran yang diembannya berlaku sampai datangnya hari kiamat.
Read more about Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 3)

Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 2)

  • Firman Allah dalam surat Al Maidah ayat: 3

قال تعالى {الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينً}ا [المائدة/3]

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Allah telah menyempurnakan agama dan mencukupkan nikmat-Nya untuk umat ini. Oleh sebab itu, agama Islam ini adalah agama yang terakhir dan nabinya adalah nabi yang terakhir serta kitabnya adalah kitab suci yang terakhir.

قال ابن كثير: “هذه أكبر نعم الله ، عز وجل، على هذه الأمة حيث أكمل تعالى لهم دينهم ، فلا يحتاجون إلى دين غيره، ولا إلى نبي غير نبيهم، صلوات الله وسلامه عليه؛ ولهذا جعله الله خاتم الأنبياء”. تفسير القرآن العظيم  ابن كثير م/ت سامي سلامة/8 – (ج 3 / ص 26)

Berkata Ibnu Katsir, “Ini adalah nikmat Allah yang paling besar untuk umat ini. Dimana Allah telah menyempurnakan untuk mereka agamanya. Maka mereka tidak butuh kepada agama selainnya. Dan tidak pula kepada nabi selain nabi mereka. Karena itu Allah menjadikannya penutup segala nabi-nabi.”[1]
Read more about Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 2)

Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 1)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, salawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keuarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk Mereka sampai hari kiamat.

Sebagai kelanjutan dari serial Mengenal Aqidah Imam Syafi’i Lebih Dekat pada pembahasan kali ini kita angkat topik “Aqidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwwah”. Karena pada akhir-akhir ini mulai maraknya nabi-nabi palsu serta gerakan penyebar ajaran nabi palsu dan gerombolan pembela terhadap ajaran nabi palsu tersebut. Sebagaimana yang telah kita kemukakan pada pembahsan yang lalu bahwa Imam Syafi’i adalah sosok ulama yang sangat konsisten dalam berpegang kepada ajaran Islam berdasarkan Alquran dan Sunnah. Oleh sebab itu kita tidak akan temukan adanya perbedaan antara apa yang diyakini Imam Syafi’i dengan apa yang telah menjadi keyakinan seluruh orang Islam semenjak masa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam sampai akhir zaman. Bahwa kenabian maupun kerasulan tidak ada lagi setelah kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam. Keyakinan ini adalah baku dan solid berdasrkan Alquran dan Hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam serta ijmak para sahabat, tabi’iin dan tabi’ attabi’iin, serta Seluruh orang Islam dari masa ke masa.
Read more about Akidah Imam Syafi’i Tentang Khatamin Nubuwah (Seri 1)

Sikap Imam Syafi’i Terhadap Orang yang Mengutamakan Syair daripada Alquran

Sebagai kelanjutan dari serial Mengenal Aqidah Imam Syafi’i Lebih Dekat pada pembahasan kali ini kita angkat topik “Celaan Imam Syafi’i terhadap orang yang mengutamakan lantunan syair-syair zuhud dari membaca dan memahami Alquran

Pada zaman sekarang banyak sekali bentuk metode ibadah yang dibuat-buat oleh orang-orang yang ingin mencari keuntungan duniawi. Tanpa memperhatikan tentang kaidah-kaidah yang diterangkan oleh syariat. Bahkan sesuatu yang maksiat dijadikan ibadah.

قال الإمام الشافعي رحمه الله تعالى : تركت بالعراق شيئا يقال له : “التغيير” أحدثته الزنادقة يصدون الناس عن القرآن

Berkata Imam Syafi’i, “Aku tinggalkan sesuatu di Baghdad yang disebut “At Tahgbiir“, hal tersebut dilakukan orang-orang zindiq untuk melalaikan manusia dari Alquran.”[1]

Menurut para ulama “At-Tahgbiir” adalah berzikir atau melantunkan sya’ir-sya’ir zuhud dengan suara merdu, hal ini kebiasaan orang-orang sufi.[2]
Read more about Sikap Imam Syafi’i Terhadap Orang yang Mengutamakan Syair daripada Alquran

Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 4-Selesai)

۩       Bagi Imam Syafi’i Alquran adalah jalan keluar dari berbagai permasalahan yang terjadi.

قال الشافعي: “فليست تنزل بأحد من أهل دين الله نازلة إلا وفي كتاب الله الدليل على سبل الهدى فيها قال الله عز و جل {آلر كتاب أنزلناه إليك لتخرج الناس من الظلمات إلى النور بإذن ربهم إلى صراط العزيز الحميد} وقال تعالى {ونزلنا عليك الكتاب تبيانا لكل شيء وهدى ورحمة وبشرى للمسلمين} وقال تعالى {وأنزلنا إليك الذكر لتبين للناس ما نزل إليهم ولعلهم يتفكرون}

Telah berkata Imam Asy Syafi’I, “Maka tiada satupun permasalahan yang menimpa seseorang dari pemeluk agama Allah. Kecuali dalam kitab Allah ada dalil yang menjelaskan jalan petunjuk dalam permasalahan tersebut. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

{آلر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ} [إبراهيم/1]

“Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”

Dan firman Allah Ta’ala lagi,

{وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ} [النحل/89]

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim.”

Juga firman Allah Ta’ala,

{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ} [النحل/44]

“Dan Kami turunkan kepadamu Alquran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”.[1]
Read more about Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 4-Selesai)

Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 3)

tentang-alquran۩       Keyakinan Imam Syafi’i bahwa Alquran tidak sedikitpun dicampuri oleh kebatilan.

قال الشافعي: الحمد لله على جميع نعمه بما هو أهله وكما ينبغى له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمد عبده ورسوله بعثه بكتاب عزيز لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد فهدى بكتابه”. (الأم : (7 / 309

Berkata Imam Syafi’i: “Segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya. Dengan segala pujian yang menjadi milik-Nya dan pujian yang sepantasnya bagi-Naya. Aku bersaksi bahwa tiada yang berhak disembah kecuali Allah semata, yang tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Yang telah diutus dengan membawa kitab yang agung, yang tidak dicampuri oleh kebatilan dari arah depan dan tidak pula dari arah belakang. Yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Maka Allah memberi petunjuk dengan melalui kitab-Nya.”[1]

قال الربيع بن سليمان أخبرنا الشافعي رحمه الله في ذكر نعمة الله علينا برسوله بما أنزل عليه من كتابه فقال {وإنه لكتاب عزيز لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد} فنقلهم به من الكفر والعمى إلى الضياء والهدى

Berkata Rabi’ bin Sulaiman: “Imam Syafi’i menceritakan kepada kami tentang nikmat Allah kepada kita melalui Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan apa yang diturunkan kepadanya dari kitab-Nya (Alquran). Lalu ia membaca firman Allah:

{وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ (41) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ} [فصلت/41، 42]

“Dan sesungguhnya Alquran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Alquran) kebatilan baik dari arah depan maupun dari arah belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”

Maka Allah memindahkan mereka dengan kitab tersebut dari kekafiran dan kebutaan kepada cahaya dan petunjuk.”[2]
Read more about Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 3)

Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 2)

۩       Imam Syafi’i mewajibkan kepada orang yang berbicara tentang agama untuk berperdoman kepada Alquran dan Sunnah.

قال الشافعي : «كل متكلم على الكتاب والسنة فهو الحدّ الذي يجب، وكل متكلم على غير أصل كتاب ولا سنة فهو هذيان». (أخرجه البيهقي في «مناقب الإمام الشافعي»: 470)

Berkata Imam Syafi’I, “Setiap orang yang berbicara berdasarkan Alquran dan Sunnah, maka itu adalah ketentuan yang wajib diikuti. Dan setiap orang yang berbicara tidak berlandaskan kepada Alquran, dan tidak pula kepada Sunnah, maka itu adalah kebingungan.”[1]

قال المزني والربيع كنا يوما عند الشافعي إذ جاء شيخ فقال له أسأل قال الشافعي سل قال إيش الحجة في دين الله فقال الشافعي كتاب الله، قال وماذا قال سنة رسول الله…

Berkata Al Muzany dan Robi’: pada suatu hari saat kami berada di sisi Imam Syafi’i, tiba-tiba datang seorang orang tua lalu ia berkata kepada Imam Syafi’i: aku ingin bertanya. Jawab Imam Syafi’i silakan. Lalu ia berkata apakah hujjah dalam agma Allah? Maka Imam Syafi’i menjawab: kitab Allah (Alquran). Ia bertanya lagi: kemudian apa? Jawab Syafi’i: Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[2]

وقال أيضا رحمه الله تعالى ( شعرا )

( كل العلوم سوى القرآن مشغلة … إلا الحديث وإلا الفقه في الدين )

( العلم ما كان فيه قال حدثنا … وما سوى ذاك وسواس الشياطين )

Beliau ungkapkan dalam sebuah syair,

Setiap ilmu selain Alquran adalah melalaikan.

Kecuali ilmu hadits dan ilmu fiqh tentang agama.

Yang dikatakan ilmu adalah yang diriwayatkan.

Dan selain itu adalah bisikan-bisikan setan.[3]


Read more about Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 2)

Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 1)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, selawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keuarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk Mereka sampai hari kiamat.

Imam Syafi’i adalah orang yang sangat konsisten dalam beriman kepada Alquran dan berpegang teguh dengan sunnah. Hal ini sangat jelas bagi siapa saja yang membaca karya dan pendapat-pendapat beliau. Pada berikut ini kita sebutkan cuplikan dari perkataan-perkataan beliau yang diriwayatkan oleh murid-murid beliau tentang keyakinannya terhadap Alquran.

۩       Imam Syafi’i telah hafal Alquran semenjak usia kanak-kanak.

Kecintaan kepada Alquran sudah tertanam dalam hati beliau semenjak dari usia anak-anak. Sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab yang mengupas tentang biografi beliau bahwa beliau sudah hafal Alquran semenjak umur kanak-kanak.

قال المزني سمعت الشافعي يقول: “حفظت القرآن وأنا ابن سبع سنين وحفظت الموطأ وأنا ابن عشر

Al Muzani (murid Imam Syafi’i) berkata: ‘Aku mendengar Asy Syafi’i berkata, “Aku telah hafal Alquran saat berumur tujuh tahun. Dan Aku hafal Al-Muwatha’ (kitab hadis Imam Malik) saat berumur sepuluh tahun.”[1]
Read more about Mengenal Akidah Imam Asy Syafi’i dari Dekat (Seri 1)