Ma’iyatullah

Para pembaca yang dirahmati Allah, marilah kita awali perjumpaan kita dalam kesempatan ini dengan memuji dan bersyukur kepada Allah serta berselawat kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk senantiasa mengikuti sunnah RasulullahSallallahu Alaihi Wa Sallam.

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang sifat Ma’iyatullah, pembahasan ini sangat erat hubungan dengan pembahasan sebelumnya yaitu tentang sifat ‘Uluw bagi Allah. Karena diantara argumentasi para Ahli kalam dalam mengingkari sifat ‘Uluw adalah berhujjah dengan dalil-dalil sifat Ma’iyah.

  • Pengertian sifat Ma’iyah

Yang dimaksud dengan sifat Ma’iyah yaitu tentang sifat kebersamaan Allah dengan makhluk-Nya. Seperti ungkapan seseorang: Allah bersama kita. Diantara manusia ada yang memahami bahwa maksud dari kalimat kebesamaan dalam ungkapan tersebut adalah bahwa Zat Allah ada di mana-mana dan bercampur-baur dengan zat makhluk-Nya. Maka bagaimanakah duduk persoalan tersebut menurut Al Qur’an dan Sunnah serta pemahaman para sahabat y? Maka pada berikut ini kita mencoba mengupas pembahasan tersebut dengan dalil-dalil Al Qur’an dan Sunnah serta perkataan para ulama salaf.

Read more about Ma’iyatullah

Jawaban Ahlussunnah Terhadap Argumentasi Takwil Para Pengingkar Sifat ‘Uluw

Para pembaca yang dirahmati Allah! Semoga petunjuk Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Pada bahsan yang lalu kita telah menjelaskan tentang jawaban dan bantahan Ahlussunnah terhadap Syubhat ’Aqliyah (argumen logika) para pengingkar sifat ’Uluw. Sebagai kelanjutan dari pembahasan tersebut, bagaimana pula jawaban dan bantahan Ahlussunnah terhada Syubhat Naqliyah (argumen takwil) para pengingkar sifat ‘uluw terhadap […]

Jawaban Ahlussunnah Terhadap Argumentasi Para Pengingkar Sifat ‘Uluw Bagi Allah

Jawaban Ahlussunnah Terhadap Argumentasi Para Pengingkar Sifat ‘Uluw Bagi Allah Oleh: DR. Alimusri Semjan Putra, MA Para pembaca yang budiman! Sempga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita semua. Dalam beberapa pembahasan tentang sifat ‘Uluw telah kita sebutkan tentang argumentasi Ahlussunnah dalam penetapan sifat ‘Uluw bagi Allah. Baik dari ayat-ayat Al Qur’an, hadits-hadits shahih, perkataan para […]

Di Mana Allah (Bagian ke-4)

Dalil Akal, Fitrah Dan Ijma’ Tentang Sifat ‘Uluw Bagi Allah Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, selawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keuarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk […]

Di Mana Allah (Bagian ke-3)

Perkataan Para Ulama Salaf Dari Masa Ke Masa Yang Menetapkan Sifat 'Uluw Bagi Allah Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, selawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keuarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap […]

Di Mana Allah (Bagian ke-2)

Dalil-dalil dari Sunnah yang menetapkan sifat ‘Uluw bagi Allah Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra,MA Pada bagian pertma dari bahasan ini telah kita sebutkan sebahagian dari ayat-ayat Al Qur’an yang menegaskan bahwa Allah bersifat ‘Uluw (Maha Tinggi) di atas segala makhluk. Maka pada bagian kedua dari lanjutan bahasan ini kita kemukakan dalil-dalil dari Sunnah (hadits-hadits) […]

Di Mana Allah (Bagian ke-1)

Sifat Al ‘Uluw Bagi Allah Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra,MA Dengan memanjatkan puji dan syukur pada Allah Yang Maha Tinggi di atas segala makhluk-Nya. Kemudian ucapan Selawat dan salam buat Nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Yang telah mi’raj (naik) menghadap Allah dalam rangka menjeput perintah shalat wajib yang lima […]

Dalil-dalil Wajibnya Taat Penguasa

Dalil-dalil tentang wajibnya taat pada penguasa وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِيالأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً {83} [النساء] Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya […]

Syarah Nama Allah “Al Fattaah” (Bagian 2)

Diantara keputusan dan pertolongan Allah terhadap Rasul صلى الله عليه وسلم dan orang-orang yang beriman ialah Allah bukan rahasia kemunafikan yang tersembunyi dalam diri orang-orang munafik. Sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya,

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضُُ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةُُ فَعَسَى اللهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَآأَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ المائدة: ٥٢

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka”.

Dalam firman Allah yang lain disebutkan:

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحُُ مِّنَ اللهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبُُ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَن يَجْعَلَ اللهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً . النساء: ١٤١

“(Yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”.

Sikap bermuka dua dalam ayat di atas adalah gambaran tetang kebiasaan orang-orang munafik. Ketika mereka berada bersama orang-orang beriman mereka seolah-olah ikut membantu perjuangan umat Islam. Tetapi sebenarnya mereka membantu orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang muslim dengan menunjukkan titik-titk kelemahan kaum muslimin kepada orang-orang kafir.

Syarah Nama Allah “Al Fattaah” (Bagian 1)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, selawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga selawat dan salam juga terlimpahkan buat keuarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk Mereka sampai hari kiamat.

Allah memiliki nama-nama yang sangat mulia dan indah. Kemulian dan keindahan tersebut dari dua segi; dari segi lafatz dan dari segi maknanya. Makna dari nama-nama Allah tersebut menunjukkan akan sifat Allah yang Maha Sempurna.

Sebagaimana Allah tegaskan dalam firman-Nya,

وَللهِ اْلأَسْمَآءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ :الأعراف: ١٨٠.

“Dan Allah memiliki nama-nama yang indah, maka berdoalah kepadanya dengan nama-nama-Nya tersebut. Dan jauhilah orang-orang yang menyimpang dalam (memahami) nama-nama-Nya. Mereka akan dibalasi terhadap apa yang mereka lakukan”.