Terorisme (Seri 4-Selesai)

wahabi-bukan-teroris7. Membunuh anak-anak, wanita dan orang tua renta.

Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda tatkala mengutus pasukan perang,

« انْطَلِقُوا بِاسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ وَلاَ تَقْتُلُوا شَيْخًا فَانِيًا وَلاَ طِفْلاً وَلاَ صَغِيرًا وَلاَ امْرَأَةً وَلاَ تَغُلُّوا وَضُمُّوا غَنَائِمَكُمْ وَأَصْلِحُوا وَأَحْسِنُوا (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ) ». رواه أبو داود

Berangkatlah dengan membaca “Bismillah wa Billahi wa ‘ala Millati Rasulillah!” Jangan bunuh orang tua jompo, anak balita, anak kecil dan wanita! Jangan menyembunyikan rampasan perang! Gabungkan harta rampasan perang, lakukan kebaikan dan berbuat baiklah! “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (HR. Abu Dawud).

8. Menghancurkan harta benda orang lain tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Sebagian hadits-hadits di atas telah menunjukkan tentang haramnya perbuatan ini. Dalil lainnya adalah sebagai berikut:

– Allah Ta`ala berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ} [المائدة/8]

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

– Dalam ayat lain, Allah juga berfirman,

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ [الشورى/42]

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.”

– Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

« اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ » رواه مسلم

“Takutlah berbuat zalim, karena kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat.” (HR. Muslim).

Para ulama menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat larangan dari berbuat zalim kepada siapapun, termasuk orang kafir sekalipun.

– Dahulu di masa Jahiliyah, Mughirah pernah menemani sekelompok orang, lalu ia membunuh mereka dan mengambil harta mereka. Kemudian ia datang untuk masuk islam. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

« أَمَّا الإِسْلاَمُ فَقَدْ قَبِلْنَا وَأَمَّا الْمَالُ فَإِنَّهُ مَالُ غَدْرٍ لاَ حَاجَةَ لَنَا فِيهِ ». رواه أبو داود وصححه الألباني

“Adapun keislaman (seseorang) maka kami terima. Namun bila harta tadi, maka itu adalah harta atas dasar kecurangan. Kami tidak butuh padanya.” (HR. Abu Dawud dan dishohihkan Syaikh Al-Albani).

9. Membunuh diri sendiri untuk menutup kesalahan atau karena tidak sanggup menahan luka.

Allah yang maha penyayang melarang hamba-Nya dari bunuh diri. Dia berfirman,

{وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29) [النساء/29]

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sesungguhnya Allah Maha Penyayang denganmu”.

Orang yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat, maka di hari kiamat dia akan diadzab dengan benda tersebut. Rasulullah bersabda,

((وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَىْءٍ في الدنيا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ)) متفق عليه

“Barangsiapa bunuh diri dengan sesuatu ketika di dunia, maka dia diazab pada hari kiamat dengannya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Beliau juga bersabda,

« مَنَ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِى يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِى بَطْنِهِ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ شَرِبَ سَمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا ». متفق عليه

“Barangsiapa bunuh diri dengan besi, maka di neraka jahannam besi tersebut berada di tangannya sambil menusuk-nusuk perutnya. Ia kekal dan dikekalkan di dalamnya selamanya. Barangsiapa meminum racun untuk bunuh diri, maka dia meminumnya di neraka jahannam. Ia kekal dan dikekalkan selamanya di sana. Dan barangsiapa lompat dari gunung untuk bunuh diri, maka ia melakukan demikian dalam neraka jahannam. Ia kekal dan dikekalkan di dalamnya selamanya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Bunuh diri tetap diharamkan walaupun dengan alasan jihad. Hal tersebut sebagaimana terdapat dalam hadits dari Abu Huraira berikut ini,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حُنَيْنًا فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ يُدْعَى بِالإِسْلاَمِ « هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ » فَلَمَّا حَضَرْنَا الْقِتَالَ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالاً شَدِيدًا فَأَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ الَّذِى قُلْتَ لَهُ آنِفًا « إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ » فَإِنَّهُ قَاتَلَ الْيَوْمَ قِتَالاً شَدِيدًا وَقَدْ مَاتَ. فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم « إِلَى النَّارِ » فَكَادَ بَعْضُ الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَرْتَابَ فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ إِذْ قِيلَ إِنَّهُ لَمْ يَمُتْ وَلَكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيدًا فَلَمَّا كَانَ مِنَ اللَّيْلِ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى الْجِرَاحِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَأُخْبِرَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم بِذَلِكَ فَقَالَ « اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنِّى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ ». رواه مسلم

“Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata,”Kami turut serta bersama Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dalam perang Hunain. Beliau bersabda tentang seseorang yang dinyatakan sebagai orang islam, “Orang ini termasuk penghuni neraka.” Tatkala kami memasuki kancah peperangan, orang tersebut berperang dengan sangat hebat hingga dia terluka. Lalu ada yang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, ”Wahai Rasulullah! Orang yang Anda katakan tadi sebagai penghuni neraka, hari ini dia berperang dengan hebat sampai mati. Nabi pun bersabda, “(Dia) ke neraka.” Sebagian kaum muslimin nyaris meragukan hal itu. Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, ternyata ada yang menyampaikan bahwa orang tadi belum mati, namun dia terluka parah. Ketika malam tiba dia tidak sabar menahan rasa sakit, lalu diapun bunuh diri. Hal itu disampaikan kepada Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, lantas beliau bersabda, “Allahu akbar, aku bersaksi bahwa aku adalah hamba dan utusan Allah.” (HR. Muslim)

Hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa melakukan aksi teror dengan bom bunuh diri adalah diharamkan dalam syari’at Islam.

10. Melakukan penipuan. (pemalsuan dokumen dan lain-lain).

Allah dan Rosul-Nya memerintahkan kepada kita untuk senantiasa jujur dan menjauhi dusta.

Allah Ta`ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ [التوبة/119]

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu , ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

« عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا » رواه مسلم

“Hendaklah kalian berlaku jujur, karena jujur membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa kepada surga. Seseorang senantiasa berlaku jujur dan memilih kejujuran hingga ditulis disisi Allah sebagai orang jujur. Sebaliknya hindarilah sifat dusta, karena dusta membawa kepada perbuatan keji dan perbuatan keji membawa kepada neraka. Senantiasa seseorang berbuat dusta dan memilih kedustaan hingga ditulis disisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda dalam hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

« َمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا » رواه مسلم

“Barangsiapa yang menipu kami, maka dia tidak termasuk golongan kami.” (HR. Muslim)

11. Menebarkan rasa takut di tengah-tengah kaum muslmin.

Kita dilarang dari membuat takut saudara kita. Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

« مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا ». متفق عليه

“Barangsiapa mengarahkan senjata kepada kami, maka dia bukan golongan kami.” (HR. Bukhari-Muslim).

Abdurrahman bin Abi Laila ia berkata, “Para sahabat Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menceritakan kepada kami bahwa mereka pernah mengadakan perjalanan bersama Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. Lalu salah seorang dari mereka tertidur. Kemudian sebagian mereka yang lain beranjak menuju tali yang ada bersamanya lalu mengambilnya sehingga ia terkejut. Maka Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

« لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا ». رواه أبو داود وصححه الشيخ الألباني

“Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut muslim lainnya.”(HR. Abu Dawud dan dishohihkan Syaikh Al-Albani).

12. Melakukan perbuatan haram untuk mengelabui orang lain (seperti mencukur jenggot, memakai pakaian wanita, dan lain-lain).

Rasulullah telah menerangkan tentang haramnya mencukur jenggot. Beliau bersabda,

« خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى » متفق عليه

“Berbedalah kalian dari orang-orang musyrik. Potonglah kumis dan peliharalah  jenggot.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Sedangkan mengenai haramnya laki-laki menyerupai perempuan, Ibnu Abbas berkata,

((لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتشبهين من الرجال بالنساء والمتشبهات من النساء بالرجال)) رواه البخاري

”Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam melaknat para lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (HR. Bukhari).

13. Membuat kerusakan di muka bumi.

Aksi terorisme telah membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menghancurkan berbagai fasilitas umum. Perbuatan mereka telah menimbulkan kerusakan dalam berbagai segi. Allah sangat membenci orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, baik dengan pembunuhan, pengeboman, pengrusakan, penghacuran, dan lain-lain.

Allah berfirman,

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ [البقرة/11، 12]

“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang membuat kerusakan, akan tetapi mereka tidak menyadarinya.”

Dalam ayat yang lain,

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [الأعراف/85]

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.”

Dalam ayat lain Dia juga berfirman,

وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ [القصص/77]

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

14. Mencemarkan nama baik Islam dihadapan umat agama lain.

Berbagai pelanggaran syar’i yang dilakukan oleh para teroris telah mencoreng nama baik islam di hadapan umat agama lain. Hal ini mengakibatkan mereka menilai perbuatan tersebut sebagai ajaran Islam. Padahal Islam sangat mengharamkan aksi terorisme.

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam tidak melakukan hukuman mati kepada sebagian orang yang berhak untuk dibunuh demi menjaga nama baik Islam. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa hadits berikut ini:

– Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu ia berkata, ”Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam dalam sebuah peperangan. Lalu Abdullah bin Ubay berkata, ”Demi Allah! Jika kami kembali pulang ke Madinah sungguh orang-orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah. Umar berkata, “Izinkan saya untuk menebas leher orang munafik ini”. Nabi bersabda,

« دَعْهُ لاَ يَتَحَدَّثُ النَّاسُ أَنَّ مُحَمَّدًا يَقْتُلُ أَصْحَابَهُ » متفق عليه

“Biarkan dia! Jangan sampai orang mengatakan bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

– Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu ia berkata, ”Seseorang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam di Ji’ronah- tempat bertolaknya beliau dari Hunain. Dalam pakaian Bilal ada perak yang Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bagikan kepada manusia. Lalu orang tadi berkata, “Wahai Muhammad! Berlaku adilah!” Beliau bersabda, “Celakalah engkau, siapa yang akan berlaku adil jika aku tidak adil. Sungguh kecewa dan rugilah engkau jika aku tidak bertindak adil”. Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu berkata, “Izinkan saya wahai Rasulullah untuk membunuh orang munafik ini.” Beliau bersabda, “Aku berlindung kepada Allah dari ucapan manusia bahwa aku membunuh sahabatku. Sesungguhnya orang ini dan pengikutnya, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar darinya seperti anak panah keluar dari busurnya.” (HR. Muslim).

15. Menyerupai Perbuatan Orang-Orang Khawarij.

Sikap dan tindakan yang mereka lakukan sangat serupa dengan berbuatan orang Khawarij yang dikecam oleh Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam. Hal tersebut ditunjukkan oleh hadits-hadits berikut,,

– Ali radhiallahu ‘anhu mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

« سَيَخْرُجُ فِى آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ فِى قَتْلِهِمْ أَجْرًا لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ». متفق عليه

“Akan keluar di akhir zaman sekelompok kaum yang berusia muda, yang berpikiran bodoh. Mereka mengatakan sebaik-baik perkataan, mereka membaca Al Qur’an namun tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya. Bila kalian menjumpai mereka maka bunuhlah mereka. Sesungguhnya dalam membunuh mereka di sediakan pahala di hari kiamat bagi siapa melakukannya”. (HR. Bukhari-Muslim).

Dari Abu Said Al Khudri radhiallahu ‘anhu ia berkata: “Ali radhiallahu ‘anhu mengirim emas dalam bungkusannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam. Lalu Rasulullah membagikannya kepada empat orang sahabat (kemudian beliau merinci nama sahabat-sahabat tersebut). Kemudian datang seorang yang berjenggot lebat, bermuka lebar, bermata kecil, berkening celak, berkepala botak, berkata kepada Rasulullah: Takutlah kepada Allah wahai Muhammad! Maka Rasulullah menjawab,

« فَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ إِنْ عَصَيْتُهُ أَيَأْمَنُنِى عَلَى أَهْلِ الأَرْضِ وَلاَ تَأْمَنُونِى »

“Siapa yang mau taat kepada Allah jika aku membangkang kepada-Nya. Allah mempercayakan penduduk bumi kepadaku, dan engkau tidak mempercayai aku.” Lalu orang tersebut pergi, lalu salah seorang dari  pada sahabat minta izin untuk membunuhnya. Ia adalah Khalid bin Walid. Maka Rasulullah bersabda,

« إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الأَوْثَانِ يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ ». متفق عليه

“Akan keluar dari tulang punggung orang tersebut sekolompok kaum yang mahir membaca Al Qur’an akan tetapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala. Mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya. Jika seandainya aku mendapati mereka niscaya aku akan membunuh merka sebagaimana lenyapnya kaum ‘Ad.” (HR. Bukhari-muslim).

Solusi Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme

  1. Menghentikan penjajahan terhadap negara-negara muslim, serta mengembalikan hak-hak umat Islam terutama di Palestina, Afganistan dan Irak.
  2. Menghentikan penindasan dan pengekangan terhadap umat Islam dari menjalankan ajaran agama mereka, terutama di negara-negara yang mayoritas non muslim.
  3. Menegakkan nilai-nilai keadilan di tengah-tengah masyarakat, serta menumpas segala bentuk maksiat dan kemungkaran terutama penodaan terhadap agama.
  4. Menanamkan aqidah yang benar kepada umat, terutama generasi muda.
  5. Mempelajari ilmu agama dari ulama yang terpercaya dalam ilmunya. Bukan orang yang berpura-pura seperti ulama.
  6. Mengembalikan persoalan-persoalan besar dan penting kepada penguasa.
  7. Adanya kerjasama antara ulama dan umara’ dalam pencerahan pemahaman agama kepada generasi muda.
  8. Perhatian orang tua terhadap pendidikan agama anak-anak mereka serta mengawasi kegiatan anak-anak mereka di luar rumah.
  9. Kepedulian masyarakat terhadap sesama, meninggalkan sikap acuh dan individualisme.
  10. Meningkatkan pengawasan ulama dan pihak terkait terhadap perkembangan pemahaman agama yang berkembang di masyarakat.

Penutup

Sebagai penutup kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kekeliruan dalam penyampaian materi ini. Semua itu tidak lain karena keterbatasan ilmu yang kami miliki. Semoga apa yang kami sampaikan ini bermanfaat bagi kami sendiri dan bagi kaum muslimin semua. Semoga Allah memperlihatkan kepada kita yang benar itu adalah benar. Kemudian menuntun kita untuk mengikuti kebenaran tersebut. Dan memperlihatkan kepada kita yang salah itu adalah salah. Dan menjauhkan kita dari mengikuti yang salah tersebut[1].

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت وأستغفرك وأتوب إليك

Rujukan Pembahasan.

Bagi para pembaca yang ingin menambah wawasan tentang pembahasan ini silahkan merujuk buku-buku (kitab-kitab) berikut ini:

م1.     منهج الإمام محمد بن عبد الوهاب في مسألة التكفير تأليف أحمد بن جزاع الرضيمان
2.      بأي عقل ودين يكون التفجير والتدمير جهاداً؟! ويحكم … أفيقوا ياشباب!! تأليف محدث المدينة عبد المحسن بن حمد العباد البدر
3.      بذل النصح والتذكير لبقايا المفتونين بالتكفير والتفجير تأليف محدث المدينة عبد المحسن بن حمد العباد البدر
4.      اقرأ مصيرك قبل أن تفجر!! تأليف د. خالد بن علي العنبري
5.      حصاد الإرهاب تأليف د. ناصر بن مسفر الزهراني
6.      ظاهرة الغلو في الدين (الأسباب والمظاهر والعلاج) تأليف عبود بن علي بن درع
7.      فتاوى الأئمة في النوازل المدلهمة وتبرئة دعوة وأتباع محمد بن عبد الوهاب من تهمة التطرف والإرهاب جمع وترتيب محمد بن حسين القحطاني
8.      فتاوى العلماء الأكابر فيما أهدر من دماء في الجزائر جمع وتعليق عبد الملك رمضاني
9.      وجادلهم بالتي هي أحسن (مناقشة علمية هادئة متعلقة بحكام المسلمين) جمع بندر بن نايف العتيبي
10.  حقوق غير المسلمين في بلاد الإسلام تأليف أ.د صالح بن حسين العايد
11.  السعوديون والإرهاب رؤى عالمية / غيناء للنشر
12.  معاملة الحكام في ضوء الكتاب والسنة تأليف د/ عبد السلام بن برجس
13.  وجوب طاعة السلطان في غير معصية الرحمن بدليل السنة والقرآن تأليف محمد بن ناصر العريني
14.  عقيدة أهل السنة والجماعة في البيعة والإمامة تأليف فواز بن يحي الغسلان
15.  التكفير وضوابطه تأليف د/ إبراهيم بن عامر الرحيلي
16.  التحذير من التسرع في التكفير تأليف محمد بن ناصر العريني
17.  أصول وضوابط في التكفير تأليف عبد اللطيف بن عبد الرحمن آل الشيخ
18.  التحرير لمسألة التكفير -في قضية الحكم بغير ما أنزل الله- تأليف الشيخ محمد بن صالح العثيمين
19.  القطوف الجياد من حكم وأحكام الجهاد أليف أ. د/ عبد الرزاق بن عبد المحسن البدر
رسالة الإرشاد إلى بيان الحق في حكم الجهاد تأليف الشيخ أحمد بن يحي النجمي

Penulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra,M.A.
Artikel www.dzikra.com


[1] Makalah ini pernah disampaikan dalam acara tabligh akbar di masjid Al Furqon Jln. Trunojoyo Jember tanggal 20 Desember 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *